Sudah pada tau donk kalo dengan hanya melihat tulisan tangan seseorang kita bisa menilai bagaiamana kepribadian orang tersebut, naaaa ilmu untuk mempelajari hal tersebut graphology namanya. Kebayang kan betapa mudahnya mengenali karakter seseorang hanya dengan melihat tulisan tangannya saja, ummm jadi kepikiran buat jadi seorang graphiologist nieh. Tapi bukan graphiologist namanya kalo kita belum tau apa itu graphology.
Dimulai dari arti graphology, secara etimologis graphology berasal dari bahasa Yunani yaitu Graphos yang berarti writing atau menulis dan logos yang berarti science atau ilmu pengetahuan, jadi kalo digabung jadinya ilmu pengetahuan tentang menulis, rite?? Tapi itu masih belum lengkap yang lebih lengkapnya, graphology itu adalah suatu analisis dan studi handwriting atau tulisan tangan khususnya yang berhubungan dengan psikologi manusia. Dalam ilmu kesehatan, graphology dapat digunakan sebagai upaya membantu dalam mendiagnosis dan mengamati brain diseases dan nervous system,weeew that’s great. Asal tau aja ya ternyata graphology itu sendiri sudah jadi bahan yang controversial selama berabad-abad lamanya, wuihh.
Dalam graphology sendiri ada tiga pendekatan yaitu the integrative approach, the holistic approach, and the symbolic analysis. Tidak banyak loh institusi akademi yang sekarang ini menawarkan gelar untuk keahlian dalam handwriting analysis bahkan bisa dibilang sangat sedikit sekali yaitu The University of Urbino, Italy: MA (Graphology), The LUMSA University in Rome, Italy: BA (Graphology) Emerson University College, Buenos Aires, Argentina: BA (Graphology), Autonomous University of Barcelona, Barcelona: Spain: MA (Graphology). Di Amerika Serikat pada tahun 1940 dan 1995 juga ada yang menawarkan diploma graphology yaitu New School for Social Research, in New York City tapi sayangnya tidak mempunyai academic accreditation. Naa, pada tahun 1970 sampai 2000 Associate Arts Degree from Felician College, in Lodi, NJ merupakan satu-satunya institusi akademi yang berada di Amerika Serikat yang mempunyai academic accreditation dalam graphology.
Now, let’s talk about its history, di barat banyak terdapat buku-buku mengenai graphology diantaranya yang berjudul Examen de ingenios para las ciencias 1575 yang ditulis oleh Juan Huarte de San Juan (medical Spanish) sesuai dengan penelitian dari Jean Charles Gille-Maisani. Pada tahun 1611 manuskrip dari Prospero Aldorisio kemungkinan adalah buku pertama yang mendeskripsikan bagaimana menganalisis tulisan tangan. Pesaing terbesarnya adalah manuskrip Camilo Baldi yang secara tidak resmi diterbitkan tahun 1622. Sekitar tahun 1830 Abbé Michon tertarik dalam hadwriting analysis, dia menerbitkan penemuannya tidak lama setelah menemukan Société Graphologique dalam 1871. Murid dia yang paling menonjol yaitu J. Crépieux-Jamin yang dengan cepat menerbitkan buku seri yang segera diterbitkan dalam bahasa lain. Dimulai dari Michon's integrative approach, Crépieux-Jamin diakhiri dengan sebuah holistic approach to graphology. Alfred Binet yakin untuk melakukan penelitian graphology from 1893 to 1907. Setelah perang dunia ke-2, ketertarikan dalam graphology berlanjut dan bekembang di Eropa sebaik seperti di Amerika Serikat. Di Jerman misalnya selama tahun 1920-an, Ludwig Klases menemukan dan menerbitkan penemuannya dalam Zeitschrift für Menschenkunde (Journal for the Study of Mankind). Thea Stein Lewinson and J. Zubin memodifikasi ide dari Klage, berdasarkan pengalaman mereka saat bekerja untuk U.S Government, dan menerbitkan metode mereka pada tahun 1942. Pada tahun 1929 Milton Bunker menemukan The American Grapho Analysis Society dan mengajar Graphoanalysis. Organisasi ini dan sistemnya membagi dunia graphology Amerika menjadi dua. Para pelajar harus memilih antara Graphoanalysis atau Holistic Graphology. Saat kekurangan data, bukti yang bersifat anekdot menunjukkan bahwa 10% anggota dari International Graphoanalysis Society(IGAS) diusir antara tahun 1970 dan 1980. Peter Ferrera meninggal pada tahun 1991, pengurangan anggota IGAS telah menghasilkan kemunduran atas pengaruh dari Graphoanalysis, dan IGAS on American graphology.
Klara G. Roman adalah pelajar yang paling menonjol dari pengungsi German. Bukunya masih dipertimbangkan menjadi dasar untuk American Holistic graphology kontemporer. Dia mengajar di New School for Social Research in New York, dan disukseskan oleh Daniel S. Anthony dan Florence Anthony. Workshop Handwriting tak terbatas diatur oleh Charlie Cole sebagai pengajar untuk pelajar Graphoanalysis lanjutan. Para pengajar ini mengutamakan holistic graphologists seperti Thea Lewinson dan Klara Roman. Pada tahun 1960 semua partisipan diusir oleh IGAS. Orang-orang ini membentuk American Handwriting Analysis Foundation. Kemudian pengusiran massa anggota IGAS membuat pembentukan perkumpulan lain, seperti the American Association of Handwriting Analysts yang diorientasikan ke arah Holistic graphology. Pada tahun 1972 perbincangan antara the American Handwriting Analysis Foundation dan the American Association of Handwriting Analysis dimulai, dengan tujuan untuk membentuk sebuah organisasi tunggal. Pembicaraan tersebut menhasilkan penciptaan the Council of Graphological Societies in 1976. Sejak berkembangnya internet diawal tahun 1990-an, organisasi-organisasi graphology menderita kemunduran besar dalam keanggotaan. Bagaimanapun, sesuai daftar-daftar email, komunikasi antar graphologist mewakilli pendekatan-pendekatan yang berbeda telah meningkat. Setelah melihat dari sejarahya, ternyata perkembagan dari graphiology itu sendiri tidak mulus-mulus amat ya.
Sebagian orang juga percaya lo bahwa dengan menganalisis tulisan tangan maka kita juga bisa melihat masa depan, terus juga ada yang percaya kalo handwriting analyst juga dapat menyediakan pedoman spiritual pada situasi yang sedang mereka hadapi, yaaa believe it or not. Tapi yang jelas sekarang orang-orang sudah banyak yang mengakui kebenaran dari graphology, yaaa termasuk aku kali yaa,hehehehe.
Dimulai dari arti graphology, secara etimologis graphology berasal dari bahasa Yunani yaitu Graphos yang berarti writing atau menulis dan logos yang berarti science atau ilmu pengetahuan, jadi kalo digabung jadinya ilmu pengetahuan tentang menulis, rite?? Tapi itu masih belum lengkap yang lebih lengkapnya, graphology itu adalah suatu analisis dan studi handwriting atau tulisan tangan khususnya yang berhubungan dengan psikologi manusia. Dalam ilmu kesehatan, graphology dapat digunakan sebagai upaya membantu dalam mendiagnosis dan mengamati brain diseases dan nervous system,weeew that’s great. Asal tau aja ya ternyata graphology itu sendiri sudah jadi bahan yang controversial selama berabad-abad lamanya, wuihh.
Dalam graphology sendiri ada tiga pendekatan yaitu the integrative approach, the holistic approach, and the symbolic analysis. Tidak banyak loh institusi akademi yang sekarang ini menawarkan gelar untuk keahlian dalam handwriting analysis bahkan bisa dibilang sangat sedikit sekali yaitu The University of Urbino, Italy: MA (Graphology), The LUMSA University in Rome, Italy: BA (Graphology) Emerson University College, Buenos Aires, Argentina: BA (Graphology), Autonomous University of Barcelona, Barcelona: Spain: MA (Graphology). Di Amerika Serikat pada tahun 1940 dan 1995 juga ada yang menawarkan diploma graphology yaitu New School for Social Research, in New York City tapi sayangnya tidak mempunyai academic accreditation. Naa, pada tahun 1970 sampai 2000 Associate Arts Degree from Felician College, in Lodi, NJ merupakan satu-satunya institusi akademi yang berada di Amerika Serikat yang mempunyai academic accreditation dalam graphology.
Now, let’s talk about its history, di barat banyak terdapat buku-buku mengenai graphology diantaranya yang berjudul Examen de ingenios para las ciencias 1575 yang ditulis oleh Juan Huarte de San Juan (medical Spanish) sesuai dengan penelitian dari Jean Charles Gille-Maisani. Pada tahun 1611 manuskrip dari Prospero Aldorisio kemungkinan adalah buku pertama yang mendeskripsikan bagaimana menganalisis tulisan tangan. Pesaing terbesarnya adalah manuskrip Camilo Baldi yang secara tidak resmi diterbitkan tahun 1622. Sekitar tahun 1830 Abbé Michon tertarik dalam hadwriting analysis, dia menerbitkan penemuannya tidak lama setelah menemukan Société Graphologique dalam 1871. Murid dia yang paling menonjol yaitu J. Crépieux-Jamin yang dengan cepat menerbitkan buku seri yang segera diterbitkan dalam bahasa lain. Dimulai dari Michon's integrative approach, Crépieux-Jamin diakhiri dengan sebuah holistic approach to graphology. Alfred Binet yakin untuk melakukan penelitian graphology from 1893 to 1907. Setelah perang dunia ke-2, ketertarikan dalam graphology berlanjut dan bekembang di Eropa sebaik seperti di Amerika Serikat. Di Jerman misalnya selama tahun 1920-an, Ludwig Klases menemukan dan menerbitkan penemuannya dalam Zeitschrift für Menschenkunde (Journal for the Study of Mankind). Thea Stein Lewinson and J. Zubin memodifikasi ide dari Klage, berdasarkan pengalaman mereka saat bekerja untuk U.S Government, dan menerbitkan metode mereka pada tahun 1942. Pada tahun 1929 Milton Bunker menemukan The American Grapho Analysis Society dan mengajar Graphoanalysis. Organisasi ini dan sistemnya membagi dunia graphology Amerika menjadi dua. Para pelajar harus memilih antara Graphoanalysis atau Holistic Graphology. Saat kekurangan data, bukti yang bersifat anekdot menunjukkan bahwa 10% anggota dari International Graphoanalysis Society(IGAS) diusir antara tahun 1970 dan 1980. Peter Ferrera meninggal pada tahun 1991, pengurangan anggota IGAS telah menghasilkan kemunduran atas pengaruh dari Graphoanalysis, dan IGAS on American graphology.
Klara G. Roman adalah pelajar yang paling menonjol dari pengungsi German. Bukunya masih dipertimbangkan menjadi dasar untuk American Holistic graphology kontemporer. Dia mengajar di New School for Social Research in New York, dan disukseskan oleh Daniel S. Anthony dan Florence Anthony. Workshop Handwriting tak terbatas diatur oleh Charlie Cole sebagai pengajar untuk pelajar Graphoanalysis lanjutan. Para pengajar ini mengutamakan holistic graphologists seperti Thea Lewinson dan Klara Roman. Pada tahun 1960 semua partisipan diusir oleh IGAS. Orang-orang ini membentuk American Handwriting Analysis Foundation. Kemudian pengusiran massa anggota IGAS membuat pembentukan perkumpulan lain, seperti the American Association of Handwriting Analysts yang diorientasikan ke arah Holistic graphology. Pada tahun 1972 perbincangan antara the American Handwriting Analysis Foundation dan the American Association of Handwriting Analysis dimulai, dengan tujuan untuk membentuk sebuah organisasi tunggal. Pembicaraan tersebut menhasilkan penciptaan the Council of Graphological Societies in 1976. Sejak berkembangnya internet diawal tahun 1990-an, organisasi-organisasi graphology menderita kemunduran besar dalam keanggotaan. Bagaimanapun, sesuai daftar-daftar email, komunikasi antar graphologist mewakilli pendekatan-pendekatan yang berbeda telah meningkat. Setelah melihat dari sejarahya, ternyata perkembagan dari graphiology itu sendiri tidak mulus-mulus amat ya.
Sebagian orang juga percaya lo bahwa dengan menganalisis tulisan tangan maka kita juga bisa melihat masa depan, terus juga ada yang percaya kalo handwriting analyst juga dapat menyediakan pedoman spiritual pada situasi yang sedang mereka hadapi, yaaa believe it or not. Tapi yang jelas sekarang orang-orang sudah banyak yang mengakui kebenaran dari graphology, yaaa termasuk aku kali yaa,hehehehe.


1 komentar:
intix Aida bosx...:D
Posting Komentar