Minggu, 15 Februari 2009

PHOBIA

      Setiap orang pasti punya ketakutan akan sesuatu, yaaa kaya aku contohnya takut sama ular, pokoknya kalo uda ngeliat ular jadi berasa dunia ini isinya ular semua, berlebihan emang tapi yaa gitu kalo sudah yang namanya takut. Ketakutan ku dengan ular, menurut ku masih dianggap wajar karena seperti yang kita ketahui ular selain bersisik, dia juga bisa gigit, weew ga kebayang kalo digigit ular gimana rasanya, yang lebih parah adalah efek dari gigitan ular itu, ular kan bermacam-macam ya tingkat keganasannya ada yang tingkat tinggi ada yang biasa aja, naa kalo yang digigit sama yang tingkat tinggi kan bisa mati tuw, belum lagi film-film yang bertemakan ular kaya anaconda atau film-film documenter tentang ular yaa definitely menambah kadar ketakukan dengan ular, naa yang sedikit ga wajar atau bahkan ga wajar ada tuw orang yang takut sama karet yang biasanya dijadikan orang buat membungkus sesuatu, terus ada yang takut sama air (kambing dunkz,ha), emm takut sama jam, takut sama wanita cantik (ga bisa aku deketin donk,hehe), dan masih banyak lagi jenis-jenis ketakutan yang aneh dan lucu tentunya.
      Phobia itu sendiri artinya adalah rasa ketakutakan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Pada dasarnya, dalam keadaan normal setiap orang memiliki kemampuan untuk mengendalikan rasa takutnya. Akan tetapi bila seseorang terpapar terus menerus dengan subjek Fobia, hal tersebut berpotensi menyebabkan terjadinya fiksasi. Fiksasi adalah suatu keadaan dimana mental seseorang menjadi terkunci, yang disebabkan oleh ketidak-mampuan orang yang bersangkutan dalam mengendalikan perasaan takutnya. Penyebab lain terjadinya fiksasi dapat pula disebabkan oleh suatu keadaan yang sangat ekstrim seperti trauma bom, terjebak lift dan sebagainya.
      Seseorang yang pertumbuhan mentalnya mengalami fiksasi akan memiliki kesulitan emosi (mental blocks) dikemudian harinya. Hal tersebut dikarenakan orang tersebut tidak memiliki saluran pelepasan emosi (katarsis) yang tepat. Setiap kali orang tersebut berinteraksi dengan sumber Fobia secara otomatis akan merasa cemas dan agar "nyaman" maka cara yang paling mudah dan cepat adalah dengan cara "mundur kembali"/regresi kepada keadaan fiksasi. Kecemasan yang tidak diatasi seawal mungkin berpotensi menimbulkan akumulasi emosi negatif yang secara terus menerus ditekan kembali ke bawah sadar (represi). Pola respon negatif tersebut dapat berkembang terhadap subjek subjek fobia lainnya dan intensitasnya semakin meningkat. Walaupun terlihat sepele, “pola” respon tersebut akan dipakai terus menerus untuk merespon masalah lainnya. Itu sebabnya seseorang penderita fobia menjadi semakin rentan dan semakin tidak produktif. Fobia merupakan salah satu dari jenis jenis hambatan sukses lainnya. See, ternyata phobia itu juga membahayakan yaa, secara mental tentunya.
      Untuk mengatasi phobia itu sendiri susah-susah gampang sebenernya, soalnya itu tergantung si penderita sendiri apakah ingin sembuh dari phobianya ataukah tidak. Cara yang ditempuh untuk mengobati phobia bermacam-macam misalnya, kita harus bisa mengatasi ketakutan tersebut dengan cara memberanikan diri untuk menghadapi, menyentuh, memegang, atau merasakan secara langsung sumber phobia tersebut, yang takut sama kucing misalnya harus berani untuk megang kucing at least berani untuk mendekati kucing, terus ada juga yang pake terapi seperti Hypnotheraphy: Penderita phobia diberi sugesti-sugesti untuk menghilangkan phobia ; Flooding: Exposure Treatment yang ekstrim. Si penderita phobia yang ngeri kepada anjing (cynophobia), dimasukkan ke dalam ruangan dengan beberapa ekor anjing jinak, sampai ia tidak ketakutan lagi ; Desentisisasi Sistematis: Dilakukan exposure bersifat ringan. Si penderita phobia yang takut akan anjing disuruh rileks dan membayangkan berada ditempat cagar alam yang indah dimana si penderita didatangi oleh anjing-anjing lucu dan jinak ; Abreaksi: Si penderita phobia yang takut pada anjing dibiasakan terlebih dahulu untuk melihat gambar atau film tentang anjing, bila sudah dapat tenang baru kemudian dilanjutkan dengan melihat objek yang sesungguhnya dari jauh dan semakin dekat perlahan-lahan. Bila tidak ada halangan maka dapat dilanjutkan dengan memegang anjing dan bila phobia-nya hilang mereka akan dapat bermain-main dengan anjing. Memang sih bila phobia yang dikarenakan pengalaman traumatis lebih sulit dihilangkan ; Reframing: Penderita phobia disuruh membayangkan kembali menuju masa lampau dimana permulaannya si penderita mengalami phobia, ditempat itu dibentuk suatu manusia baru yang tidak takut lagi pada phobia-nya. Dan mungkin masih banyak lagi terapi-terapi yang digunakan untuk menyembhkan si penderita.
      Here they are, beberapa macam phobia, ya sekedar untuk menambah pengetahuan kita tentang phobia aja, ga semua emank, soalnya jenis phobia banyak banget euiy jadi yaa sebagiannya aja
Ablutophobia- rasa takut akan mencuci atau mandi.
Achluophobia-rasa takut akan kegelapan. 
Acrophobia-rasa takut akan ketinggian.
Agliophobia-rasa takut akan rasa sakit.
Agrizoophobia-rasa takut akan binatang liar.
Agyrophobia-rasa takut akan jalan atau meenyebrang jalan. 
Ailurophobia-takut akan kucing. 
Alektorophobia- takut akan ayam.
Alliumphobia- takut akan bawang putih.
Ancraophobia- Fear of wind. (Anemophobia)
Anthrophobia or Anthophobia- Fear of flowers.
Anthropophobia- Fear of people or society.
Anuptaphobia- Fear of staying single.
Arithmophobia- Fear of numbers.
Aurophobia- Fear of gold.
Aviophobia or Aviatophobia- Fear of flying.
Bathophobia- rasa takut akan kedalaman. 
Belonephobia- rasa takut akan peniti atau jarum. (Aichmophobia)
Bibliophobia-rasa takut akan buku.
Bufonophobia- rasa takut akan kodok.
Cacophobia-rasa takut akan kejelekan. 
Caligynephobia-takut akan wanita cantik. 
Catoptrophobia- takut akan kaca.
Chaetophobia-takut akan rambut. 
Chrometophobia or Chrematophobia-takut akan uang.
Chronomentrophobia-takut akan jam.
Cynophobia- takut akan anjng atau rabies.
Demophobia- takut akan keramain.(Agoraphobia)
Dendrophobia- takut akan pepohonan.
Didaskaleinophobia- takut akan pergi ke sekolah. 
Ecophobia- takut akan rumah.
Entomophobia- takut akan serangga.
Epistemophobia- takut akan pengetahuan.
Gamophobia- takut akan perkawinan.
Gynephobia or Gynophobia- takut akan wanita.
Heliophobia-takut akan matahari. 
Hemophobia or Hemaphobia or Hematophobia- takut akan darah.
Hominophobia- takut akan laki-laki.
Ichthyophobia-takut akan ikan. 
Kainolophobia or Kainophobia- takut akan sesuatu yang baru.
Koinoniphobia- takut akan ruangan.
Lachanophobia- takut akan sayuran.
Laliophobia or Lalophobia- takut akan berbicara.
Leukophobia- takut akan warna putih.
Logizomechanophobia-takut akan computer. 
Mageirocophobia- takut akan memasak.
Melanophobia- takut akan warna hitam.
Nomatophobia- takut akan nama.
 Nosocomephobia- takun akan rumah sakit.
Obesophobia- takut akan memperoleh berat badan.(Pocrescophobia)
Oneirophobia- takut akan mimpi.
Ophidiophobia- takut akan ular. (Snakephobia)
Papyrophobia- takut akan kertas.
Pediophobia- takut akan boneka.
Pedophobia- takut akan anak-anak.
Philophobia- takut akan jatuh cinta.
Pteromerhanophobia- takt akan terbang.
Sciophobia Sciaphobia- takut akan bayangan.
Scolionophobia- takut akan sekolah. 
Tachophobia- takut akan kecepatan.
Telephonophobia- takut akan telepon.
Thalassophobia- takut akan laut.
Xanthophobia- takut akan warna kuning atau kata kuning.


Tidak ada komentar: